Tips dan Contoh Soal Psikotes Serta Trik Menghadapinya

tes psikotes kerja

Setiap tahapan tes rekrutment di perusahaan, pastilah selalu ada tes psiko atau psikotest. Setiap peserta wajib dalam melewati tahapan tes psikotes ini. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyaring calon karyawan yang sesuai dengan standar yang dimiliki oleh perusahaan.

Mungkin ada beberapa orang yang sangat membenci tes psikologi ini dikarenakan tidak mengetahui tips dan trik dalam mengerjakannya. Biasanya setelah menjalani tes psikotest kerja ini ada tahapan lainnya setelahnya yaitu tes psikolog yaitu wawancara dengan psikolog yang sudah ditunjuk oleh perusahaan.

Melalui tahapan tes psikotes ini diharapkan perusahaan dapat mengerti sikap, attitude, personal pribadi dan kemampuan berfikir dari calon karyawannya dikarenakan melalui tes ini seseorang bisa dengan mudah di lihat setelah menjalani tes.

Ada beberapa soal yang biasanya menjadi tahapan dasar dalam soal psikotes. Berikut kita jelaskan satu persatu tahapan dan trik tips menghadapi contoh tes psikotes kerja :

  1. Tes Psikotes Verbal

Untuk soal tes psikotes ini lebih banyak membahas tentang kosa kata bahasa indonesia serta makna dari arti kata tersebut. Biasanya tes ini berisi soal mengenai sinonim atau persamaan kata, antonim atau lawan kata, Analogi atau kolerasi arti kata.

Ada baiknya untuk memperbanyak kosa kata kamu sebelum menghadapi tes ini. Ada baiknya untuk mencoba soal soal psikotes online yang ada di internet.

Psikotes verbail ini berisi sekitar 40-60 soal dari soal sinonim, antonim dan soal analogi kata. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana calon karyawan menebak, menilai dan dapat memahami suatu hubungan sebab dan akibat yang ada dilingkungannya dari contoh contoh permasalahan yang ada.

Tips menjawab soal ini adalah dengan menggunakan logika berfikir. Jika kamu menemukan kosa kata yang susah dimengerti, maka cobalah untuk membuat suatu kalimat dengan menggunakan kosa kata tadi yang menurut kamu maknanya hampir sama.

Contoh Sinonim atau Persamaan Kata :

1. Dehidrasi = …….
A. Proses Penyusutan Air
B. Proses Penyaringan
C. Kehilangan Cairan Tubuh
D. Deliberasi
E. Dekapitalisasi

Jawaban : C. Kehilangan Cairan Tubuh

2. Serebrum = ………..
A. Otak Besar
B. Otak Kecil
C. Selebritis
D. Upacara
E. Balneum

Jawaban : A. Otak Besar

3. Mobilitas = ……….
A. Lalulintas
B. Dinamis
C. Gerak
D. Motivasi
E. Dorongan

Jawaban : C. Gerak

 

Contoh Antonim atau Lawan Kata :

1. Elastis >< ……….
A. Lentur
B. Kaku
C. Taktis
D. Ceroboh
E. Praktis

Jawaban : B. Kaku

2. Pemupukan >< …………
A. Reboisasi
B. Rehabilitasi
C. Renovasi
D. Penggundulan
E. Defertilisasi

Jawaban : E. Defertilisasi

3. Timpang >< …………..
A. Seimbang
B. Benar
C. Sama
D. Pincang
E. Sempurna

Jawaban : A. Seimbang

 

Contoh Analogi atau Korelasi Kata :

1. Belajar : Pandai = ……….. : ……………..
A. Litografi : Batu
B. Cetak : Tinta
C. Berfikir : Arif
D. Cetak : Kertas
E. Potret : Kamera

Jawaban : C. Berfikir : Arif
(Kalau Belajar pastilah Pandai, Kalau Berfikir pasti Arif)

2. Gelombang : Ombak = …………… : ……………….
A. Berenang : Lari
B. Pulau : Nusa
C. Nadir : Zenit
D. Laut : Danau
E. Gunung : Bukit

Jawaban : E. Gunung : Bukit
(Gelombang penyebutan untuk yang besar, sedangkan Ombak penyebutan untuk yang kecil)
(Gunung penyebutan untuk yang besar, sedangkan Bukit penyebutan untuk yang kecil)

3. Laba : Penjualan = Keberanian : ………………….
A. Pembelaan
B. Pendekar
C. Kebenaran
D. Kemenangan
E. Pembelaan

Jawaban : D. Kemenangan

 

  1. Tes Psikotes Logika Aritmatika (Matematika Dasar)

Seperti namanya, maka soal kali ini lebih mengarah ke soal matematika dasar, dimana nantinya ada soal mengenai penambahan, pengurangan, perkalian serta pembagian.

Ada beberapa deret angka dan kamu diwajibkan untuk menebak angka selanjutnya itu berapa melalui pola yang sudah dibuat di angka sebelumnya. Perhatikan pola angka deretannya membentuk pola apa? apakah pola penambahan/pengurangan/perkalian/pembagian atau bisa saja menggunakan campuran pola.

Kerjakan soal deret angka yang paling mudah terlebih dahulu dan jangan sampai terlena menghitung 1 soal yang sulit sehingga kamu menghabiskan waktu disoal berikutnya. Kamu diharuskan untuk menghitung atau menemukan bilangan angka setelah deret angka sebelumnya.

Contoh Soal Logika Aritmatika :

1).   3,  7,  11,  13,  19,  19,  27,  …..
A. 52
B. 45
C. 27
D. 25
E. 24

Jawaban : D. 25
POLA: tipe pola bilangan 2 larik
Angka pertama + 8 Untuk mendapatkan angka ke tiga yaitu 11.
Angka kedua +6 Untuk mendapatkan angka ke empat yaitu 13. Begitu seterusnya

2).  3,  6,  11,  14,  19,  22,  …….
A. 47
B. 33
C. 27
D. 20
E. 25

Jawaban : C. 27
Bilangan pertama +3, bilangan kedua +5, bilangan ketiga +3, bilangan keempat +5. Begitu seterusnya

3). 160,   40,  120,  30,  90,  …….
A. 22,5
B. 26,5
C. 30
D. 32,5
E. 35

Jawaban : A. 22,5
Bilangan pertama :4, bilangan kedua x3, bilangan ketiga :4, bilangan keempat x3. Begitu seterusnya

 

  1. Test Psikotes Soal Wartegg

Pada tes ini lebih mengarah kepada tes menggambar. Lebih tepatnya lagi akan ada 8 kota gambar dimana nantinya kamu diminta untuk melanjutkan gambar tersebut menjadi memiliki arti sesuai dengan kreativitas yang kamu miliki.

tes wartegg

Tips mengerjakannya adalah usahakan untuk tidak ada banyak coretan yang tidak perlu dan jangan sampai kamu menghapus gambaranmu. Cara pengerjaannya lebih baik jangan menggambar soal dari nomor 5 karena menurut para psikolog akan menilai seperti kelainan seksual.

Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui skill dari penyelesaian masalah, cara kamu mampu beradaptasi dan bagaimana kemauanmu untuk berkembang.

  1. Tes Psikotes Penalaran Deret Gambar

Untuk tes ini kamu diharuskan untuk memilih mana gambar hasil dari pola pola sebelumnya. Tes ini hampir sama dengan deret angka, namun bedanya pada tahapan ini menggunakan media gambar.

Tujuan tes ini untuk bagaimana cara berfikir dan logika penalaranmu dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Tes Deret Gambar

  1. Tes Psikotes Menggambar Aktivitas Manusia dan Pohon

Selanjutnya kamu akan diberikan 2 lembar kertas kosong yang nantinya diminta untuk menggambar manusia dan pohon.

Gambar yang kamu buat tidak perlu terlalu detail dan terlalu bagus. Namun yang terpenting adalah bagaimana gambarmu itu dapat dimengerti oleh orang yang melihat.

Misalnya : jika kamu mau menggambar orang yang bernyanyi maka tunjukkan tangan orang tersebut sedang memegang microphone dan mulutnya yang sedikit menganga seperti orang mau bernyanyi. Nantinya kamu juga akan diminta untuk menuliskan nama orang tersebut beserta aktivitas yang dikerjakannya.

Baca Juga >>> Tips Tes Menggambar Orang Dan Pohon <<<

Untuk menggambar pohon juga sama. Kamu diwajibkan untuk menggambar pohon yang berkambium atau yang memiliki batang dan ranting. Biasanya banyak orang yang akan menggambar pohon mangga karena memang pohon mangga sangat mudah untuk digambar.

  1. Tes Koran (Kreaplin atau Pauli)

Tes ini merupakan perhitungan tambah tambahan sederhana namun karena jumlahnya banyak dan dibawah tekanan maka sering kali banyak orang yang membenci tes ini.

Kamu akan diberikan 1 lembar besar seperti koran yang nantinya ada beberapa deret angka sederhana dimana kamu akan diminta untuk mengerjakan penambahan angka tersebut sampai keatas.

Tes ini tujuannya untuk bagaimana kamu menghadapi tingkat stres dalam lingkungan kerja. Semakin stres apakah kamu semakin menunjukkan performa yang buruk atau malah sebaliknya, stress meningkat namun performa kinerjamu semakin membaik.

Baca Juga >>> Tips Cara Menjawab Interview Kelebihan Dan Kekurangan –Tipskerja.com <<<

Berikut tadi beberapa contoh tes psikotes kerja yang harus kamu lewati pada saat tahapan tes kerja. Semoga ini bisa membantu kamu sebagai gambaran bagaimana kamu nanti tes psikotes kerja berlangsung. Terima kasih.