Cara Menghitung Harga Saham Per Lembar Dengan Tepat

cara menghitung harga saham per lembar

Cara menghitung harga saham per lembar sebelum kamu terjun kedalam dunia investasi agar lebih menghasilkan analisa keuntungan yang baik. Saham adalah salah satu instrumen investasi yang banyak menjadi pilihan saat ini. Dengan pemahaman serta proses analisis yang baik, maka ada keuntungan menarik yang akan didapatkan. Salah satu proses analisis yang perlu diketahui calon investor saham adalah cara menghitung harga saham per lembar.

Pengetahuan tentang langkah untuk menghitung harga per lembar saham nantinya akan memberikan informasi yang tepat tentang bagaimana harga saham tersebut. Tentu saja Anda nantinya juga akan terbantu untuk menghitung berapa kebutuhan modal yang perlu disediakan.

Sekilas Tentang Lembar Saham

Sebelum membahas tentang perhitungan harga saham per lembar, memahami apa yang dimaksud lembar saham pun menjadi hal yang penting. Sekilas, lembar saham merupakan satuan kepemilikan saham yang didasarkan pada porsi kepemilikan dan nilai modal.

Banyak dan sedikitnya lembar saham yang dimiliki nantinya akan berpengaruh pada harga dari saham tersebut. Tidak hanya itu, dengan memiliki lebih banyak lembar saham, maka persentase kepemilikan saham pun akan cenderung lebih besar dan nantinya keuntungan dari saham yang didapatkan juga semakin besar.

Contoh Kasus :

Semisal kamu ingin mendirikan suatu perusahaan PT dengan modal awal adalah Rp 10 Miliar. Dimana 10 M tersebut berdasarkan dari patungan beberapa pemodal yaitu 7 M dari kamu dan 3 M dari rekan kerja. Dari sini bisa dihitung bahwa :

  • Saham paling besar dimiliki kamu dengan persentasi 70%
  • Dan sisanya adalah 30% dari rekan kamu.

Dari pemodal saham sepakat untuk harga perlembar saham adalah Rp 10.000 per lembar. Maka perhitungannya adalah :

  • Kamu akan mendapatkan 700.000 lembar saham dan
  • Rekan kamu akan mendapatkan 300.000 lembar saham.

Berikut ini beberapa tips mengenai menghitung saham sampai dengan cara menghitung laba per lembar saham dengan mudah.

A. Cara Menghitung Harga Saham Per Lembar

Sebagaimana disinggung di awal, menghitung harga saham per lembar menjadi hal yang cukup penting untuk dilakukan. Perhitungan tersebut bisa dijadikan acuan sebelum memulai investasi dan gambaran dari berapa keuntungan yang nantinya akan didapatkan.

Ada beberapa rumus yang bisa digunakan untuk menghitung harga sama tersebut. Beberapa rumus tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1. PBV atau Price to Book Value Ratio

PBV atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah rasio harga terhadap nilai buku menjadi opsi untuk menghitung harga saham. Rumus ini akan membandingkan kapitalisasi pasar perusahaan dengan nilai buku perusahaan itu sendiri guna memberikan gambaran banyaknya pemegang saham yang membiayai aset bersih perusahaan.

Umumnya, dengan cara menghitung harga saham per lembarini, jika nilai PBVS di atas 1, maka kesimpulannya adalah harga saham tersebut terlalu mahal. Untuk memudahkan hitungan, Anda bisa menggunakan formula PBV ini, yaitu:

Price to Book Value = Harga per Lembar Saham / Nilai Buku per lembar Saham

Dalam bahasa inggris biasanya disebutkan

PBV = Stock Price Per Share / Book Value Per Share.

Contoh Kasus Perhitungan PBV

Untuk contoh kasus yang simple adalah, misalkan harga per lembar saham PT XXX adalah Rp 3.700. Dan nilai Buku per lembar saham adalah Rp 1.200. Maka Rasio PBV PT XXX ini adalah :

PBV = Rp 3.700 / Rp 1.200 = 3,083

Dengan begitu karena hasilnya masih diatas 1, maka bisa dibilang harga saham PT xxx ini masih terlalu mahal.

2. PER atau Price to Earnings Ratio

PER merupakan rasio yang digunakan untuk menilai perusahaan berdasarkan harga saham saat ini dibandingkan dengan pendapatan per saham. Umumnya, perhitungan ini digunakan untuk menentukan nilai relatif dari sebuah saham perusahaan.

Dengan menggunakan perhitungan ini, maka rasio PER bisa diketahui. Jika rasio tersebut lebih tinggi, artinya pasar bersedia membayar lebih tinggi dari laba perusahaan. Tentu, kemungkinan keuntungan yang didapatkan dari saham pun juga akan meningkat.

Namun jika rasio lebih rendah, maka kemungkinan besar pasar tidak percaya kepada masa depan saham perusahaan ini.

Nah, secara singkat, rumus untuk menghitung harga saham per lembardengan menggunakan rasio ini adalah sebagai berikut:

Rasio Price to Earnings Ratio (PER) = Harga Saham / Laba per Saham

Contoh Kasus Perhitungan PER

Harga per lembar saham PT XXX adalah Rp 3.700 dengan rasio EPS adalah Rp 35 sehingga Rasio PER adalah

PER = Rp 3.700 / Rp 35 = Rp 105,7

Dengan begitu, investor bisa bersedia untuk membayar Rp 105,7 untuk setiap pendapatan perusahaan.

3. PEG Ratio atau Price Earning Growth Ratio

PEG ratio juga bisa dijadikan rasio untuk perhitungan harga saham. Rasio ini diaplikasikan dengan menghitung nilai saham berdasar pendapatan saat ini serta potensi pertumbuhan di masa yang akan datang.

Bisa dikatakan jika PEG adalah langkah menghitung harga saham yang banyak digunakan oleh investor. Hal ini didasarkan tujuan untuk mengetahui posisi saham yang sedang dipertimbangkan untuk dibeli.

Rumus yang digunakan untuk menghitung harga saham dengan rasio ini adalah sebagai berikut:

PEG = PER / Pertumbuhan EPS laba per lembar saham Tahunan

Contoh Kasus Perhitungan PEG

Kamu harus tahu nilai EPS dahulu sebelumnya. Misal untuk tahun 2017 PER PT XXX adalah sebesar 15. EPS padatahun 2016 adalah Rp 120 dan tahun 2017 adalah Rp 320. Maka =

Pertumbuhan EPS = EPS 2017 (Rp 320) – EPS 2016 (Rp 120) / Rp 320 = Rp 200 / Rp 320 = 0,67 atau 67% yang merupakan pertumbuhan EPS. Kemudian dimasukkan ke rumus PEG yaitu :

PEG = PER / Pertumbuhan EPS Tahunan = Rp 15 / 67% = 22,3%

4. Menghitung Deviden Yield

Metode selanjutnya adalah bagaimana menghitung deviden-nya. Pengertian deviden yield ini adalah metode menghitung berapa arus kas yang akan didapatkan pada setiap rupiah yang diinvestasikan didalam market ekuitas.

Secara simplenya adalah bagaimana kamu menghitung berapa uang yang akan kamu terima dari deviden yang didapatkan. Jika semakin tinggi deviden yang diberikan perusahaan, maka semakin diminati. Namun yang terpenting adalah konsistensi perusahaan dalam memberikan deviden.

Rumus yang digunakan untuk menghitung Deviden Yield ini adalah :

Deviden Yield = (Deviden per lembar saham tahunan / Nilai pasar per lembar saham) x 100

Contoh Kasus Perhitungan Deviden Yield

Misal harga per lembar saham PT XXX adalah sebesar Rp 10.000 untuk di tahun 2017. Sedangkan deviden per lembar saham tahunannya dibagikan sejumlah Rp 500. Maka perhitungannya adalah :

Deviden Yield = (Rp 500 / Rp 10.000) x 100 = 5%

Jadi devidennya PT XXX adalah sebesar 5%.

5. Cara Menghitung Laba Per Lembar Saham

Selain cara menghitung harga saham per lembar, hal yang penting diketahui adalah menghitung laba per lembar saham untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Untuk menghitung laba tersebut, rumus yang digunakan adalah:

Laba per saham dasar= (Laba bersih setelah pajak – dividen): jumlah saham yang beredar.

Baca Juga >>> Cara Beli Saham Di RTI Business Dan Penggunaannya <<<
>>> Cara Bermain Saham Dengan Modal 100 Ribu Untuk Pemula <<<

Penutup

Itu tadi cara menghitung harga saham per lembar dengan tepat. Perlu diketahui tidak ada patokan mengenai investasi diperusahaan mana yang paling menguntungkan. Namun dengan menggunakan 5 rumus diatas bisa menjadi acuan kamu sebelum memutuskan untuk membeli saham perusahaan yang tepat.

Terima kasih sudah membaca artikel kami mengenai cara mencari harga per lembar saham di laporan keuangan ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan jika ada yang kurang bisa kamu tuliskan dikolom komentar dibawah. Semoga sukses untuk kamu semua.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *