15 Cara Membangun Tim Kerja Yang Baik dan Solid Dalam Perusahaan

cara membangun tim kerja yang baik

Perusahaan yang solid adalah perusahaan yang memiliki kualitas team kerja yang baik dan solid pula. Cara membangun tim kerja yang baik pun ada bermacam macam. Karena tidak dipungkiri lagi bahwa jika team solid maka pekerjaan akan menjadi lebih ringan dikerjakan.

Namun tidak semudah itu untuk membuat tim menjadi solid dan kompak. Karena ada banyak kepala yang masing masing memiliki tujuan yang berbeda beda pula.

Perbedaan pendapat biasanya yang membuat suatu tim menjadi tidak kompak dan menjadi sulit dalam memaksimalkan kinerja.

Hal ini sangatlah biasa terjadi dan sudah menjadi dinamika kerja dalam lingkungan kerja di perusahaan. Jika tim bisa melalui masa masa sulit bersama, maka hal inilah yang akan mendorong tim menjadi lebih tangguh lagi kedepannya.

Lalu bagaimana cara membangun teamwork yang baik dan cara membentuk tim kerja yang efektif dilingkungan kantor ? Berikut tips dari kami :

  1. Ingat Tujuan Tim Kerja Untuk Apa ?

Pada saat pembentukan tim kerja, maka perlu diketahui secara bersama terlebih dahulu mengenai apa tujuan dibentuknya tim kerja ini.

Ini juga sekaligus untuk bisa menyelaraskan apa visi misi yang ingin dibangun agar setian anggota tim bisa mengetahui visi dan misi bersama untuk kedepannya.

Dengan mengetahui tujuan kedepannya, maka perusahaan dapat lebih baik dalam menentukan strategi yang tepat untuk digunakan pada tim kerja ini.

Yang perlu diingat adalah mengenai tujuan secara bersama atau secara tim, bukan tujuan antar divisi kerja atau bahkan tujuan pribadi setiap karyawan.

Jika dalam satu perusahaan sudah ada ketetapan tujuan apa yang ingin dicapat maka setiap divisipun akan mengerti arah perusahaan ini akan dibawa kemana, begitupula dengan setiap karyawan.

Peran seorang leader atau pemimpin yang harusnya bisa membawa dan menjelaskan tujuan dari tim kerja ini mau seperti apa sehingga roadmap kerja dari masing masing divisi menjadi jelas dan mudah dalam pengaturannya.

  1. Pentingnya Komunikasi Antar Tim Agar Lebih Efektif

Seperti dalam hubungan percintaan, komunikasi antar tim juga sangat penting agar tidak ada kesalahpahaman antar masing masing karyawan.

Komunikasi tidak hanya dihasilkan dari meeting saja. Mengobrol ringan seputar pekerjaan pada saat jam makan siang juga bisa menjadi kunci cara membangun tim kerja yang baik melalui komunikasi.

Buatlah komunikasi tim yang tidak canggung. Sehingga antara bawahan dengan atasan tidak canggung dalam mengemukakan pendapatnya.

Jangan sampai bawahan menjadi canggung dan segan untuk mengutarakan pendapat sehingga pekerjaan tidak menjadi kreatif dan tidak hidup. Komunikasi adalah kunci untuk membuat lingkungan kerja menjadi nyaman.

Sebagai leader baiknya untuk bertanya dan memberikan kesepatan kepada bawah mengenai apa yang ingin mereka sampaikan. Ini yang harus rutin dilakukan sampai bawahan merasa nyaman untuk mengemukakan pendapatnya.

Dengan adanya aplikasi chating justru akan membuka ruang komunikasi jika komunikasi tidak bisa dilakukan dengan cara tatap muka.

  1. Memahami Tugas dan Tanggung Jawab Masing masing

Jika tujuan dan visi misi sudah dicapai dan disepakati bersama, maka selanjutnya adalah mengenai pembagian tugas dan tanggung jawab masing masing personil.

Setiap karyawan harus memahami perannya masing masing dalam mensukseskan kerja tim dan membantu meringankan beban tim lainnya.

Ada koridor yang mengatur bagaimana tugas dan tanggung jawab setiap karyawan dan ini yang harus dipatuhi secara bersama.

Jika tugas dan tanggung jawab sudah mengerti maka tidak ada lagi karyawan yang keluar jalur dari tugasnya sebelum pekerjaannya telah selesai.

  1. Membangun Kepercayaan Antar Anggota Tim

Rasa saling percaya akan membuat anggota tim kerja menjadi lebih leluasa dalam bekerja. Setiap tim percaya bahwa pekerjaan yang diberikan akan terlaksana dengan baik sesuai dengan tugasnya masing masing.

Perselisihan timbul adanya rasa tidak percaya antara anggota tim dan ini bisa berdampak fatal. Rasa percaya perlu dibangun agar komunikasi tetap terjalin dengan baik dan positif.

  1. Tidak Melulu Mengenai Pekerjaan Saja

Jadi jangan hanya berkomunikasi antar sesama tim mengenai urusan pekerjaan saja. Tetapi juga ada baiknya berkomunikasi diluar pekerjaan. Seperti mengadakan kegiatan diluar kantor atau sekedar nonton bareng dengan anggota tim.

Ini akan mempererat rasa kekeluargaan dan rasa sosial antar tim. Coba cari waktu bersama diluar dari urusan kantor dan semua anggota tim harus bisa ikut serta.

Kalian bisa mengadakan nonton bareng, jalan ke pantai, camping, atau sekedar diner bersama sama setelah kegiatan kantor selesai.

Bagi kamu yang seorang leader atau pemimpin, cobalah untuk membuat wacana kegiatan diluar kantor dan bisa diagendakan setiap mingguan atau bulanan.

Diharapkan dengan kegiatan diluar kantor bisa mempererat sosial kamu dan kamu mampu memahami bagaimana sifat dan karakter dari masing masing karyawan tim.

  1. Menghormati Perbedaan Pendapat

Perbedaan pendapat terkadang yang membuat kesolidan dari sebuah tim menjadi kacau. Perbedaan pendapat menjadi hal yang sering menjadi masalah dalam tim.

Oleh sebab itu ada baiknya setiap anggota tim memiliki sikap profesionalitas dan dapat menghargai perbedaan pendapat dari masing masing tim.

Baca Juga >>> 7 Tips Bagaimana Cara Mengatasi Perbedaan Pendapat di Tempat Kerja ? <<<

  1. Berikan Apresiasi Atau Penghargaan

cara membangun team yang solid

Bentuk menghargai hasil kerja keras karyawan adalah melalui apresiasi dan penghargaan. Hal ini bisa untuk memacu kinerja karyawan dan menumbuhkan semangat kreatifitas bagi karyawan tim lainnya.

Jika belum bisa menggunakan penghargaan, setidaknya bisa melalui apresiasi yaitu dengan cara pujian atau kata semangat yang bisa membangun rasa percaya diri antar tim.

Model penghargaan ini bisa dilakukan tiap bulan atau proyek selesai dilaksanakan. Penghargaan bisa diperuntukkan bagi karyawan yang berprestasi atau untuk keseluruhan anggota tim karena sudah menyelesaikan proyek dengan baik.

  1. Menumbuhkan Sifat Saling Memiliki Dalam Tim Kerja

Jika setiap tim sudah saling mengenal baik sifat dan sikapnya dalam bekerja maka sense of belonging juga akan turut hadir dilingkungan kerja kita.

Sense of belonging adalah sikap saling memiliki dari tiap tiap individu yang merasa bahwa apa yang ada dalam perkerjaan di perusahaan ini juga menjadi tanggung jawab bersama.

Jika ini sudah tumbuh maka akan tercipta lingkungan kerja yang solid dan dapat saling tolong menolong antara anggota tim.

Tidak ada lagi perbedaan mengenai atasan bawahan dan setiap masalah kerja adalah tanggung jawab bersama.

  1. Kondisi dan Fasilitas Kerja

Kondisi dan fasilitas didalam perusahaan juga menjadi faktor cara membangun tim kerja yang baik. Kondisi lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif dapat memberikan kinerja yang efektif dan positif.

Contohnya tidak semua karyawan bisa bekerja sambil mendengarkan lagu, maka diperlukan sikap menghargai antara tiap karyawan untuk menciptakan kondisi yang nyaman untuk bekerja.

Bagaimana dengan fasilitas kerja ? Ini juga bisa menjadi cara bagaimana membangun tim yang solid. Fasilitas yang memadai bisa meminimalisir kinerja yang tidak perlu sehingga bisa tercipta kerja yang lebih efektif.

  1. Perlunya Kompetensi Tim

cara membangun teamwork yang baik

Bagaimana dengan skill dan kompetensi antar tim. Untuk menciptakan suasana kerja yang kompak dan solid, maka kompetensi antar karyawan juga harus berimbang.

Tidak ada karyawan yang memiliki kompetensi yang buruk dengan karyawan yang lainnya. Dan jika itu terjadi pihak perusahaan harus mengambil peran untuk mengikutsertakan karyawan tersebut untuk pelatihan skill kompetensi.

Sehingga nantinya tidak ada perbedaan antara pemilihan pekerjaan dikarenakan skill kompetensi antara karyawan satu dengan yang lainnya berbeda.

Ini bisa membuat pemilihan pekerjaan dan pembagian tugas menjadi lebih adil dikarenakan tingkat kompetensi antara karyawan seimbang atau idealnya adalah sama.

  1. Mengadakan Pelatihan

Berhubungan dengan poin sepuluh, maka perlu juga untuk mengadakan pelatihan bagi karyawan. Bukan hanya pelatihan yang berhubungan dengan kompetensi saja, namun juga yang bisa berhubungan untuk kebersamaan tim juga bagus untuk diterapkan.

Pelatihan lebih mengarah kebidang softskill tentang cara kerja diluar dari kompetensi kerja.

  1. Pengawasan Dari Atasan

Untuk membuat tim yang solid dan kompak, maka peran atasan juga sangat diperlukan terutama dimasalah masalah yang genting.

Contohnya dalam pengambilan keputusan dimana sudah ada perbedaan pendapat yang mungkin dapat memecah belah antar tim, maka fungsi dari atasan ini adalah untuk bisa memberikan jawaban penengah dan sebagai pengambil keputusan yang tidak berat sebelah.

  1. Membuat Kesepakatan Untuk Tim

Ada beberapa aturan yang hanya bisa diterapkan oleh tim itu sendiri, dan ini yang membuat kesepakatan adalah seluruh tim itu sendiri.

Buatlah kesepakatan bersama yang gunanya untuk menjaga kinerja sehingga tidak ada saling iri didalam mengerjakan tugas.

Contoh kesepakatan tim seperti melakukan denda jika terlambat datang meeting, denda jika tidak target atau lainnya.

Sehingga dengan kesepakatan yang dibuat kerja akan menjadi lebih adil bagi yang rajin dan ada konsekuensi bagi si pemalas. Dan nantinya akan terciptanya keharmonisan setelah evaluasi bersama.

  1. Menjaga Komitmen Kerja

Untuk bisa menjadi suatu tim yang solid dan kuat, maka dibutuhkannya komitmen kerja dari setiap anggota tim.

Komitmen kerja termasuk adalah bagaimana menjaga semangat juang dalam bekerja. Jika komitmen kerja tidak seimbang, maka akan ada ketidakadilan dalam bekerja dari masing masing individu yang nantinya muncul rasa iri ditiap masing masing karyawan.

Tugas penting dan PR bagi atasan untuk bisa memberikan perhatian dan apresiasi bagi tiap tiap karyawan. Dan bagaimana cara menangani tiap karyawan juga berbeda beda.

Yang terpenting adalah bagaimana bisa memberikan rasa kerja yang positif dan bersemangat ditiap hari dalam bekerja dikantor.

  1. Rutin Evaluasi Kinerja

Evaluasi kinerja juga menjadi salah satu bagaimana membuat tim menjadi solid. Dengan evaluasi kita menjadi tahu bagaimana kinerja kita dari awal proyek sampai saat ini dan bagaimana dalam penetapan strategi kedepannya.

Didalam evaluasi diharapkan semua karyawan tim bisa memberikan saran, kritik dan solusi serta masalah apa saja yang ditemukan serta bagaimana cara mengatasinya.

Arahan yang baik dan tidak menghakimi adalah kunci evaluasi yang baik. Itulah gunanya evaluasi kerja agar masalah yang didapat sebelumnya tidak terjadi dikemudian hari.

Baca Juga >>> Jangan Resign! Cara Menghadapi Atasan Yang Tidak Menyukai Kita <<<

Penutup

Cara membangun tim kerja yang baik adalah berasal dari tim itu sendiri. Masalah tidak akan selesai tanpa adanya campur tangan dari tim yang bersangkutan itu sendiri.

Saling membuat rasa aman dan nyaman dalam lingkungan kerja menjadi kunci agar tim makin solid. Gunakan komunikasi yang sesuai dalam berhubungan dengan anggota tim lainnya.

Semangat, semoga melalui tips ini kamu bisa menciptakan lingkungan kerja yang kompak dan lebih solid lagi kedepannya.

Terima kasih sudah membaca artikel kami semoga sukses.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *