5 Penyakit Jantung Bawaan dan Pencegahannya

5 Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan yang harus diperhatikan. Jangan berpikir bahwa dengan diet sehat yang menghindari lemak jenuh, disertai olahraga rutin dan istirahat, cukup bisa menghindarkan seseorang dari penyakit jantung. Nyatanya, banyak pihak tidak beruntung yang sudah membawa penyakit jantung bawaan sejak lahir. Upaya-upaya kesehatan yang umumnya dilakukan orang lain untuk membuat jantung tetap bugar, tidak berlaku lagi bagi mereka yang kurang beruntung ini. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk mulai memiliki asuransi kesehatan. Anda dapat memilih PFI Asuransi di Indonesia untuk menjamin pelayanan kesehatan untuk Anda dan Keluarga Anda.

Orang-orang dengan penyakit jantung bawaan sudah mesti berhadapan dengan masalah jantung semenjak ia dilahirkan. Beberapa diidentifikasi dalam waktu singkat setelah dilahirkan. Beberapa lainnya baru menyadari akan penyakit jantung bawaannya bahkan ketika sudah menginjak usia remaja.

Apa yang dimaksud penyakit jantung bawaan ?

Sama seperti penyakit jantung pada umumnya, penyakit jantung bawaan termasuk jenis penyakit kritis yang bisa berakibat fatal dan membahayakan jiwa. Dengan penyakit yang dibawa sejak lahir ini, seseorang sudah akan memiliki masalah terkait kemampuan jantung untuk memompa dan mengalirkan darah serta oksigen ke seluruh tubuh. Bayi-bayi dengan penyakit jantung bawaan pun cenderung memiliki masalah tumbuh kembang lainnya.

Bayi dan Kondisi Jantungnya

Gangguan kemampuan jantung untuk memompa dan mengalirkan darah serta oksigen ke seluruh tubuh semenjak lahir, merupakan dampak dari adanya kelainan pada struktur jantung. Umumnya, kelainan jantung pada bayi baru lahir pada anak-anak yang memiliki penyakit jantung bawaan adalah mereka yang struktur jantungnya gagal berkembang pada awal pertumbuhan janin selama trimester pertama kehamilan.

Kelainan struktur yang kerap menjadi penyakit jantung bawaan umumnya terjadi di susunan arteri, katup jantung, dinding jantung, maupun pembuluh darah. Semua struktur itu sejatinya berkaitan erat dengan fungsi jantung. Adanya kelainan pada dalam struktur jantung berimbas pada perubahan aliran darah. Tidak melulu tersumbat, perubahan aliran darah akibat penyakit jantung bawaan juga bisa berupa pelambatan ataupun pengaliran ke tempat yang salah.

Angka kasus penyakit jantung bawaan pun patut menjadi perhatian. Menurut Children Hearth Foundation, tiap tahun ada 1 juta bayi yang lahir dengan penyakit jantung bawaan di dunia. Dari jumlah kelahiran yang membawa penyakit jantung bawaan, 100.000 di antaranya bahkan tidak mampu bertahan hidup pada tahun pertama. Ribuan lainnya hanya mampu mengarungi kehidupan hingga usia remaja.

Di Indonesia, angka kelahiran hidup dengan kondisi penyakit jantung koroner pun patut mendapat perhatian. Dari rata-rata 4 juta kelahiran hidup tiap tahun, ada sekitar 300.000 bayi yang dilahirkan dengan kelainan struktur dan fungsi jantung. Dari angka tersebut, lebih dari setengahnya berada dalam kondisi kritis di awal tahun kehidupan. Tidak jarang yang berujung kematian.

Rupa-rupa Penyakit Jantung Bawaan

Anda mungkin masih meraba-raba mengenai apa saja yang termasuk dalam penyakit jantung bawaan. Secara garis besar, penyakit ini terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah penyakit jantung bawaan sianotik, lalu yang kedua adalah penyakit jantung bawaan nonsianotik.

Penyakit jantung bawaan sianotik adalah kelainan struktur jantung yang kompleks sehingga hanya bisa ditangani lewat tindakan pembedahan. Bayi yang lahir dengan kondisi ini akan langsung terlihat biru saat baru lahir. Ini karena jaringan tubuhnya tidak memperoleh oksigen yang cukup akibat kelainan struktur jantung.

Sementara itu, kelainan struktur dan fungsi jantung pada penyakit jantung bawaan non-sianotik lebih sederhana. Namun, sekitar 90 persen dari penderita penyakit ini pun mesti mendapatkan penanganan berupa tindakan bedah terbuka.

Bayi dengan penyakit jantung bawaan nonsianotik bisa saja lahir tanpa gejala yang mengarah ke masalah jantung. Gejala umumnya baru timbul ketika ia telah aktif menyusui. Kelainan jantung pada bayi dengan penyakit jantung bawaan nonsianotik cenderung mudah lelah menyusu sehingga mengalami keterlambatan pertumbuhan.

Dari dua kelompok besar ini, jenis penyakit jantung bawaan dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan kondisi yang lebih spesifik. Berikut lima jenis penyakit jantung bawaan yang kerap muncul dalam kelahiran.

Macam penyakit jantung

1. Penyempitan Katup Paru

Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai penyakit pulmonary stenosis. Penyakit jantung bawaan ini terjadi ketika katup paru menyempit sehingga berimbas pada rendahnya oksigen yang mampu disuplai oleh jantung.

Jantung bayi yang lahir dengan penyempitan katup baru harus bekerja lebih keras memompa darah sehingga rentan menimbulkan pembengkakan atau hipertrofi. Dari total penyakit jantung bawaan di dunia, 10 persen kasus teridentifikasi berupa pulmonary stenosis.

Bayi yang lahir dengan penyempitan katup paru biasanya tidak langsung menunjukkan gejala yang mengarah ke penyakit jantung bawaan. Gejala baru mulai terlihat ketika anak menjelang dewasa sehingga ketika terdiagnosis, umumnya kondisi jantung sudah parah sehingga membuat angka harapan hidup menipis.

2. Ventracular Septal Defect

Seperti yang sudah diketahui, jantung terdiri atas empat bilik yang dibatasi sekat antarbilik. Bagi beberapa orang, mereka harus terlahir dengan kondisi jantung yang berlubang di sekat. Kondisi ini dikenal sebagai ventricular septal defect dalam dunia medis.

Ini merupakan penyakit bawaan yang paling sering timbul di kelahiran dengan gejala penyakit jantung bawaan. Dari total penyakit jantung bawaan di dunia, 30 persen di antaranya terdiagnosis sebagai ventricular septal defect.

Lubang di sekat antarbilik tak ayal membuat kebocoran yang berpengaruh pada suplai oksigen ke paru-paru. Jika lubangnya kecil, tidak ada masalah berarti akibat penyakit ini. Akan tetapi, jika lubangnya besar, bayi dapat mengalami gagal jantung.

3. Patent Ductus Arteriosus

Patent ductus arteriosus atau PDA merupakan kelainan jantung bawaan yang umumnya diidap bayi yang lahir prematur. Kelainan jantung ini berupa tetap terbukanya ductus arteriosus setelah bayi lahir. Ductus arteriosus merupakan pembuluh darah yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal.

Bayi yang lahir dengan ductus arteriosus yang terus terbuka akan mengalami masalah tumbuh kembang yang sulit. Bayi tersebut sulit makan dan kerap mengalami saluran pernapasan bawah. Penderita mesti mendapatkan tindakan pembedahan untuk bisa mengatasi pembukaan permanen di ductus arteriosus.

Guna meningkatkan angka harapan hidup, dianjurkan tindakan bedah dilakukan sebelum anak masuk usia sekolah karena kerap timbul kondisi pembesaran jantung selama 6 bulan pasca-operasi.

4. Atrial Septal Defect

Lubang di bagian jantung yang menyebabkan kelainan sedari lahir bukan hanya bisa terjadi di bagian sekat antarbilik jantung. Kelainan jantung bawaan lainnya adalah berlubangnya sekat antara serambi jantung kanan dan kiri yang dikenal sebagai kondisi atrial septal defect. Lubang pada sekat serambi tak ayal menimbulkan masalah terkait aliran darah kaya oksigen kembali ke paru-paru.

Kebanyakan kasus atrial septal defect terjadi pada bayi perempuan. Didapati fakta bahwa kasus kelainan jantung berupa berlubangnya sekat serambi pada bayi perempuan lebih tinggi sampai 7 persen dibandingkan kasus serupa pada bayi laki-laki.

5. Tetralogy Fallot

Ini merupakan kelainan jantung bawaan dengan kondisi penyakit jantung bawaan yang sangat kompleks. Bayi yang lahir dengan tetralogy fallot memiliki empat masalah jantung; yakni sekat bilik jantung yang berlubang, penyempitan katup paru, bilik kanan jantung membesar, juga akar aorta berada di atas lubang sekat bilik.

Bayi yang lahir dengan tetralogy fallot memiliki peluang besar mengalami gagal jantung. Begitu lahir, bayi dengan penyakit jantung bawaan ini akan memiliki kulit yang membiru karena kekurangan oksigen. Tindakan segera pun mesti segera dilakukan karena kondisi kelahiran menunjukkan kekritisan pada bayi tersebut.

Penyakit jantung bawaan sebenarnya dapat diketahui sejak bayi masih dalam kandungan atau setelah dilahirkan. Walaupun banyak jenisnya, rata-rata gejala dari berbagai kelainan struktur dan fungsi jantung hampir sama.

Bayi yang lahir dengan kelainan jantung umumnya tampak kebiruan hingga kehitaman di bagian bibir, kulit, ataupun jari-jari. Kondisi ini terjadi karena kurangnya suplai oksigen dari jantung ke paru-paru dan bagian tubuh lainya.

Selain itu, bayi dengan penyakit jantung bawaan akan mudah lelah dan mengalami kesulitan pernapasan. Kelelahan akan semakin tampak ketika bayi menyusu. Akibatnya, bayi cenderung menyusu sedikit dan mengalami proses tumbuh kembangnya terhambat.

Keterlambatan tumbuh kembang dapat dilihat dari berat badan yang rendah, panjang badan yang sulit bertambah, sampai kemampuan motorik bayi. Bayi dengan kelainan jantung juga akan sering mengalami keringat dingin tanpa sebab. Tidak jarang, bayi-bayi tersebut juga akan mengalami infeksi saluran pernapasan yang berulang.

Selain dari gejala yang natural, deteksi penyakit jantung bawaan juga bisa dilihat semenjak pemeriksaan USG ketika masa kehamilan. Janin yang memiliki kelainan jantung cenderung memiliki detak jantung yang tidak beraturan atau yang dikenal dengan istilah aritmia.

Mencegah Kelainan Jantung

Mencegah Kelainan Jantung

Penyebab pasti kelainan struktur dan fungsi jantung hingga bayi memiliki penyakit jantung bawaan belum bisa diketahui secara pasti. Ada indikasi bayi dengan kelainan jantung karena faktor genetik yang melibatkan riwayat keluarga. Selain itu, sejumlah kondisi ibu hamil bisa meningkatkan risiko hadirnya kelainan jantung saat bayi lahir.

Beberapa kondisi yang memicu kelainan jantung pada janin misalnya adanya penyakit atau infeksi tertentu pada ibu hamil, seperti diabetes ataupun rubella. Mengonsumsi alkohol dan merokok saat hamil juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan pada ibu hamil. Tidak hanya itu, obat-obatan jenis retinoid ataupun statin pun cenderung memicu terjadinya kelainan jantung pada janin dalam kandungan.

Risiko penyakit jantung bawaan memang ada banyak. Namun, terdapat banyak cara pula yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi tidak menyenangkan tersebut. Langkah-langkah pada masa kehamilan di bawah ini bisa menjadi tameng untuk mencegah kelainan jantung pada janin dan juga cara mengobati penyakit jantung bawaan pada bayi.

1. Konsumsi Asupan Folat

Cara mengobati kelainan jantung pada bayi saat mengandung, kebutuhan folat harian meningkat dibandingkan kebutuhan orang dewasa pada umumnya. Pada orang dewasa, kebutuhan asam folat setidaknya 400 mcg tiap hari. Kebutuhannya akan meningkat dua kali lipat jika Anda sedang hamil.

Anda bisa mengonsumsi makanan kaya asam folat, seperti jeruk dan beragam jeni sayuran hijau untuk memperoleh nutrisi sejenis vitamin B ini. Ibu hamil disarankan pula mengonsumsi suplemen asam folat untuk mendukung asupan yang dibutuhkan.

2. Selektif Memakai Obat

Beberapa obat jenis retinoid dan statin dapat memicu kelainan struktur pada jantung semenjak janin. Karena itu, hindari pengonsumsian jenis obat-obatan tersebut selama kehamilan. Lebih disarankan lagi, Anda berkonsultasi ke dokter mengenai tiap jenis obat yang akan Anda konsumsi.

3. Lakukan Vaksin Rubella

Rubella merupakan virus penyebab campak. Jika terinfeksi virus ini pada masa kehamilan, bayi mengalami kecacatan, termasuk menderita penyakit jantung bawaan. Karena itu, sebelum merencanakan kehamilan, lebih baik Anda melakukan vaksinasi rubella sebagai upaya pencegahan. Dengan begitu jantung bawaan bisa sembuh dan bisa diatasi sejak dini.

4. Hindari Rokok dan Alkohol

Rokok dan alkohol rentan memicu terjadinya kelainan struktur jantung pada janin. Hindari paparan kedua benda ini selama Anda hamil, baik dalam bentuk konsumsi oral maupun paparan asap dan semburan. Ini merupakan penyebab penyakit jantung bawaan pada janin.

5. Kontrol Berat Badan

Lakukanlah diet seimbang untuk mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Ini guna mencegah kegemukan atau obesitas yang meningkatkan risiko perkembangan diabetes bagi ibu hamil. Ibu dengan diabetes cenderung rentan melahirkan bayi dengan penyakit jantung bawaan.

Penutup

Penyakit jantung membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam penanganan. Namun, Anda tidak perlu khawatir apabila semenjak di dalam kandungan Anda sudah mendaftarkan anak Anda asuransi kesehatan. Dengan demikian, jika Anda kondisi masalah klinis yang mesti ditangani, asuransi bisa menanggung biayanya.

PFI Mega Life memiliki berbagai pilihan asuransi untuk menunjang kesehatan dan kesejahteraan keluarga Anda. Salah satunya adalah asuransi Mega Hospital Investa. Asuransi ini memberikan jaminan tanggungan biaya pelayanan kesehatan yang pesertanya butuhkan, disertai santunan rawat inap sebagai konsekuensi tidak mampunya peserta yang sakit untuk mencari penghasilan sementara waktu.

Baca Juga >>> Apa investasi yang cocok untuk umur 18 tahun ? <<<

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *